Oleh: da2ngkusnandar | Mei 31, 2012

01/06/2012 00:29:09 WIB Suara Merdu dari Lumpur Lapindo

Dadang Kusnandar* – BeningPost

TOUR keliling Aburizal Bakrie ke 33 propinsi dipastikan untuk meraup dukungan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar se-Indonesia sebagai calon presiden. Meskipun Ical membantah, “Saya mengunjungi daerah-daerah untuk melihat kesiapan Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar (DPD) dalam menghadapi pemilukada dan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2014,” ujar Ical, panggilan akrab Aburizal,  di Tangerang pertengahan Mei lalu. Agenda yang lain adalah bertemu kelompok masyarakat, seperti petani, nelayan, pengusaha kecil, buruh/pekerja, dan pelajar. Tujuannya untuk mengetahui kebutuhan-kebutuhan masyarakat di tingkat bawah itu.”Dengan begitu saya bisa memerintahkan kader yang berada di legislatif maupun eksekutif untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka,” katanya.

Pembaca yang budiman, siapakah yang percaya bila kunjungan Ical ke 33 propinsi berawal dari niat meningkatkan kesejahteraan rakyat? Adakah yang masih percaya terhadap hujan provokasi dan retorika politik di tengah semarak taman indah pemilihan presiden 2014?  Dan begitu burukkah prestasi anggota legislatif dari Fraksi Partai Golkar di seluruh DPRD propinsi sehingga sang ketua umum partai kuning itu harus menjelajah dan melihat dengan mata kepala sendiri kebutuhan masyarakat? Lantas demikian burukkah bupati/ walikota/ gubernur yang diusung Partai Gokar? Saya yakin pembaca bisa merangkai beberapa pertanyaan lain menyoal kunjungan Ical ke daerah. 

Dia mengungkapkan, kunjungan ke sejumlah sekolah menengah, sebagai pribadi, dilakukan untuk memberikan ceramah motivasi tentang kehidupan dan kewirausahaan. Para pelajar merupakan generasi muda yang harus selalu optimistis atas masa depan bangsa dan negara Indonesia. Agar para siswa itu tidak ikut-ikutan bersikap negatif dan pesimistis, demi bangsa Indonesia yang lebih maju.

Seluruh elemen masyarakat, termasuk pelajar sekolah menengah dibidik sebagai objek politik. Pernyataan Ical,  “Agenda yang lain adalah bertemu kelompok masyarakat, seperti petani, nelayan, pengusaha kecil, buruh/pekerja, dan pelajar. Tujuannya untuk mengetahui kebutuhan-kebutuhan masyarakat di tingkat bawah itu,” sangat kontras dengan ungkapannya sendiri saat itu, “Saya mengunjungi daerah-daerah untuk melihat kesiapan Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar dalam menghadapi pemilukada dan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2014.”

Membandingkan dua pernyataan itu saja kita dapati fakta tentang pemilu presiden 2014. Keinginan lelaki kelahiran Jakarta 15 November 1946 itu menjadi presiden dapat terbaca secara kasat mata. Kesiapan DPD Partai Golkar menghadapi pemilukada, pemilu legislatif, dan pemilu presiden ~merupakan substansi kunjungan keliling daerah yang dilakukan. Langkah yang dilakukan Ical misalnya mengadakan seminar dan pelatihan bisnis kepada pengusaha, memberi motivasi bisnis layaknya para motivator karena Ical tergolong sukses dalam dunia bisnis. Termasuk pula mendekati pemilih pemula (pelajar sekolah menengah) yang dirancang berkat kerjasama dengan media lokal setempat. Misalnya pelajar sekolah menengah diundang redaksi koran/ televisi lokal untuk sebuah kegiatan jurnalistik. Pada waktu yang sama pihak media pun mengundang Ical dengan berbagai alasan yang ditautkan untuk memotivasi pelajar.

Padahal menurut  Antara News, Tanggul Penahan Lumpur Lapindo semakin kritis menyusul tidak adanya penanganan pengaliran lumpur oleh Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) serta adanya hujan yang turun di kawasan tersebut. Humas BPLS, Akhmad Kusairi, mengatakan, saat ini BPLS hanya mengandalkan kekuatan tanggul di kolam penampungan saja mengingat tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan oleh BPLS akibat blokade warga di dalam peta terdampak terhadap kerja BPLS. “Kami berharap, masalah pelunasan terhadap korban lumpur yang ada di dalam peta terdampak bisa segera diselesaikan dan BPLS bisa segera melakukan tugasnya untuk mengalirkan luapan lumpur dari kolam penampungan ke Kali Porong,” katanya. Saat ini elevasi antara luberan lumpur di dalam kolam penampungan dengan bibir tanggul di sisi terluar sekitar 70 sentimeter.

Jarak aman antara bibir tanggul dengan luberan lumpur yang ada di dalam kolam penampungan tersebut minimal satu meter atau bahkan bisa lebih dari satu meter. Kondisi tersebut diperparah lagi dengan adanya hujan yang turun di kawasan kolam penampungan lumpur.  Dalam kondisi normal, saat luberan lumpur menyentuh jarak 200 sentimeter, tim BPLS melakukan peninggian untuk memperkuat struktur tanggul supaya tidak terjadi jebol dan juga beberapa kemungkinan lain yang bisa terjadi. Ada kekhawatiran air yang ada di dalam kolam penampungan tersebut akan merembes masuk ke dalam pori-pori tanggul dan bisa merusak struktur yang ada di dalamnya dan mengakibatkan kekuatan tanggul tidak akan maksimal.

Minggu 27 Mei yang baru lalu ratusan warga memperingati enam tahun semburan lumpur Lapindo, menggelar doa bersama dan tabur bunga di atas tanggul lumpur di Desa Jatirejo Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Doa bersama dilakukan sebagai bentuk keprihatinan para korban yang selama enam tahun kurang mendapat perhatian dari PT Minarak Lapindo Jaya dan pemerintah.Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada peringatan kali ini warga tidak turun ke jalan berunjuk rasa. Unjuk rasa turun ke jalan tidak mampu lagi membuka hati petinggi Lapindo dan pemerintah untuk menyelesaikan ganti rugi. Satu-satunya jalan hanya berdoa dan berharap agar PT Minarak Lapindo Jaya segera merealisasikan penyelesaian ganti rugi pada Juni mendatang.

Rincian APBN per tahun sejak 2007 yang sudah dicairkan pemerintah untuk membantu menangani semburan lumpur lapindo Porong Sidoarjo Jawa Timur : APBN tahun 2007 Rp. 600 milyar, APBN 2008 Rp. 1,1 Triliun, APBN 2009 sebesar Rp. 1,15 Triliun, APBN 2010 Rp. 1,2 Triliun, APBN tahun 2011 Rp. 1,3 Triliun, APBN 2012 Rp. 1,53 Triliun, sehingga total uang negara yang “disumbangkan” kepada Aburizal Bakrie sebesar Rp. 6,2 Triliun.

GambarDengan demikian sebaiknya Ical konsentrasi menyelesaikan kerugian rakyat akibat lumpur Lapindo daripada mengadakan tour politik ke seluruh propinsi di Indonesia. Mengganti kerugian materil dan imateril akibat lumpur panas yang mematikan kehidupan di daerah yang terendam. Bukankah pada  2011 lalu Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Ical menduduki peringkat ke-30 dengan total kekayaan US$ 890 juta. Jauh lebih baik memikul tanggung jawab moral dan material akibat semburan lumpur lapindo ketimbang menjadi chief markerting partai politik untuk tujuan pribadi : Menjadi calon yang diusung Partai Golkar pada pemilu presiden 2014.

*Penulis lepas, tinggal di Cirebon


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: